8/08/2009

Pilihan Sarapan untuk Buah Hati

Kita kerap kali menganggap sarapan adalah hal yang sepele. Hal ini tercermin dari terlambatnya waktu sarapan atau bahkan tidak melakukan sarapan sama sekali sampai waktu makan siang tiba.

Menurut Donna Simangunsong, Staf Pengajar Ilmu Gizi Akademi Perawatan RS PGI Cikini dan di Akademi Keperawatan FK Universitas Kristen Indonesia ini idealnya sarapan dilakukan pada rentang waktu jam 6-7 pagi. Donna menjelaskan sarapan sangatlah penting karena pada saat kita tidur terjadi pengosongan perut dan ketika bangun otomatis kadar glukosa, tekanan darah dan semua metabolisme tubuh menurun. Untuk meng-cover semua aktifitas kita sehari-hari maka diperlukan sarapan.

“Bahkan, 40% kebutuhan gizi dalam sehari harus dipenuhi pada saat sarapan,” jelasnya.
Begitu juga pada buah hati Bunda. Meski mereka tidak beraktifitas sebanyak orang dewasa tetapi mereka juga perlu energi untuk bermain. Supaya tidak bosan mereka perlu diberikan variasi makanan.
Untuk bayi kurang dari 6 bulan tentu hanya mengonsumsi ASI, tetapi ingat jangan memberikannya pada saat tidur karena metabolisme tubuhnya perlu beristirahat. Untuk anak usia 6 bulan sudah bisa diberikan bubur saring untuk sarapan, bisa juga ditambah wortel atau sayuran. Ketika usianya memasuki 2 tahun Bunda sudah bisa mulai memberikan menu bervariasi, seperti :
  • keping sereal rasa coklat ± 200 gram + susu 1 gelas belimbing
  • nasi / mie goreng ± 7 sdm + teh manis 1 gelas belimbing
  • nasi uduk ± 7 sdm + telur + teh manis 1gelas belimbing
  • roti bakar isi coklat + susu / teh manis 1 gelas belimbing
  • sandwich isi daging / sosis (bisa tambah mentega, tomat dan sayuran) + teh manis 1 gelas belimbing
Untuk anak usia 3-5 tahun bisa diberikan menu yang sama tetapi porsinya ditambah 50% dari menu di atas. Sebelum makan siang Bunda juga boleh memberikannya selingan (antara jam 9-10 pagi) seperti kue bolu + buah atau pudding coklat susu + buah.
Selamat mencoba!
Tips :
  • utamakan sarapan yang kadar glukosanya tinggi untuk pencerahan otak
  • terapkan jam-jam makan dalam sehari dan konsisten melakukannya
  • berikan makanan berprotein tinggi pada anak sampai usia 5 tahun

Source: infobunda

Membangun Kebiasaan Makan yang Baik untuk Anak

Selasa, 4 Agustus 2009 | 15:29 WIB

KOMPAS.com - Kebiasaan makan seseorang terbentuk sejak masih kecil. Umumnya, orang yang mengasuh memiliki peran terbesar untuk mencetak kebiasaan makan si kecil. Maka, siapa pun yang merawat anak harus tahu bagaimana menyiapkan si kecil untuk makan dengan tata cara yang baik, juga apa yang akan dimakan.

Anak-anak selalu mencontoh orang dewasa yang merawatnya. Sehingga, Anda, sebagai orangtua harus memberikan contoh terbaik. Jika anak-anak dibiasakan dan dibiarkan makan di luar rumah, mengemut, atau makan sambil jalan-jalan, mereka akan meneruskan kebiasaan itu hingga besar. Biasanya pengasuh membawa anak makan di taman sambil berlarian dan bermain. Ini bisa berdampak buruk pada pencernaan, belum lagi kemungkinan tersedak, atau makanan yang terekspos debu dan lalat. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa Anda terapkan kepada pola makan si kecil.

Mulai sedini mungkin. Bahkan sebelum anak Anda mencicipi makanan keras pertamanya, Anda bisa membangun indera perasanya. Jatinder Bhatia, MBBS, profesor dan kepala bagian neonatalogi dari Department of Pediatrics dari Georgia, mengatakan bahwa menyapih ASI bisa menjadi fondasi untuk membangun pola makan nutrisi anak. Bayi sudah bisa membedakan rasa manis dan asin. Jika mereka diberi minuman bergula atau makanan tak sehat lain sejak kecil, mereka cenderung mengalami kemungkinan untuk mengalami obesitas di usia lanjutnya.

Berikan pilihan-pilihan makanan bernutrisi dan bervariasi. Anak-anak yang diberikan pilihan asupan buah dan sayuran yang bervariasi sejak kecil cenderung mudah dan akan memilih makan tersebut ketika mereka jauh dari rumah, terang Dr. Bhatia. Amat penting untuk mengenalkan ragam jenis makanan sehat sejak dini untuk anak-anak. Jika mereka terus terekspos makanan sehat sejak dini, mereka akan terus memasukkan menu makanan sehat tersebut setiap kali mereka makan.

Jangan menyerah jika anak menolak makanan. Tawarkan makanan sehat sesering mungkin kepada anak, meski ia menolak, ujar Janet M. de Jesus, MS, RD, ahli gizi spesialis dari National Heart, Lung, and Blood Institute. Dengan begini mereka akan tertarik untuk mencoba memakannya. Jangan ragu untuk terus menyajikan makanan sehat di piringnya.

Matikan televisi. Untuk mengajak si kecil mau makan makanan sehat, jangan lupa mematikan televisi. Sebuah studi mengatakan bahwa anak-anak yang makan di depan televisi tanpa ditemani keluarga cenderung tidak mengkonsumsi makanan sehat. Mereka tak mengkonsumsi sayuran, biji-bijian, maupun makanan kaya kalsium, dan kemungkinan mengkonsumsi minuman bersoda, ketimbang anak yang tidak makan sambil menonton televisi.

Lakukan apa yang Anda ajarkan. Dr. Bhatia mengatakan, bahwa kita belajar dari lingkungan kita. Anak-anak sangat memperhatikan dan mencontoh orang dewasa, khususnya orangtua mereka. Jadi, ketika Anda mengajarkan untuk makan makanan di meja makan, berlakulah demikian. Begitu pula jika Anda mengajarkan si kecil untuk makan makanan sehat, Anda pun harus makan yang sehat.

Beberapa orangtua mencoba menyiasati agar anaknya mau makan makanan sehat dengan menyusun makanan dengan bentuk yang lucu-lucu. Namun Dr. Bhatia mengatakan bahwa teknik ini harus sebagai cara terakhir. Karena ini bukanlah cara untuk membuat kebiasaan yang bertahan lama. Anak-anak harus belajar bahwa makanan lezat dan menyenangkan, meski dalam bentuk aslinya.

Disarankan pula untuk tidak memberi makanan fast food, minuman bersoda, atau makanan manis sebagai makanan “reward” atas usaha dan kerja keras anak. Makanan seperti itu sebaiknya diberikan hanya dalam acara-acara khusus saja. Artinya, boleh dimakan, asal tidak terlalu sering. Lagipula, jika di dalam pikiran anak tertanam bahwa makanan-makanan tersebut hanya bisa dimakan ketika ia berhasil melakukan sesuatu, maka ia akan lebih bernafsu untuk memakannya ketika ia sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

Jangan lupa untuk mengajarkan anak porsi makan yang tepat untuk makanan-makanan sehat. Jika kita mengkonsumsi makanan sehat setiap hari, adalah hal yang wajar jika kita mengkonsumsi es krim di akhir minggu, asal dalam porsi yang sewajarnya. Misal, 1 scoop, bukan double.


NAD
Sumber : everydayhealth

8/02/2009

Makanan yang Mencerdaskan Otak pada Masa "Golden Years"
Anak-anak butuh asupan makanan yang tepat dan seimbang guna menjamin pertumbuhan fisik dan otak yang optimal.
Selasa, 28 Juli 2009 | 15:28 WIB

KOMPAS.com — Penting untuk diketahui setiap orangtua, bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan otak anak dimulai sejak ia masih dalam kandungan, hingga anak berusia 3 tahun. Pada masa-masa inilah sel-sel saraf otak berkembang amat pesat. Jika pada masa ini bayi tidak mendapatkan kebutuhan gizinya, kekurangannya tak akan bisa dipenuhi lagi di kemudian hari. Karena itu, penting untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang di usia ini.

Perlu diketahui, ada dua tahap masa golden years anak: pertama, sejak konsepsi hingga bayi berusia 9 bulan dalam kandungan. Kesehatan bayi berada dalam kondisi optimal baru bisa terdeteksi langsung setelah kelahiran, yang ditandai dengan berat lahir normal, Inisiasi Menyusu Dini (anak langsung mencari puting ibu), dan anak menangis. Kedua, dihitung sejak kelahiran bayi hingga 2 tahun.

Ketika anak lahir, otaknya baru mencapai perkembangan 60 persen, dan ketika ia mencapai 2 tahun, otaknya baru mencapai 80 persen. Makin ia berkembang hingga 14-15 tahun, otaknya mencapai perkembangan hingga 90 persen. Tentunya ini diketahui dengan membandingkan kemajuan fisik dan kemampuan anak sesuai tabel pertumbuhan anak. Untuk bisa mencapai potensi optimal otak dan pertumbuhan fisiknya, diperlukan nutrisi tepat dan seimbang, juga stimulasi untuk otak.

Asupan anak untuk periode usia emas kedua merupakan hal yang krusial untuk anak. Diperlukan kemauan dan kerja keras orangtua untuk memastikan si kecil mendapat nutrisi tepat dan seimbang tersebut. Apa saja yang dibutuhkan?

Makanan yang terbaik dan tepat untuk bayi berumur 0-6 bulan adalah ASI. Bayi usia 6 bulan bisa diperkenalkan kepada makanan padat sesuai kemampuan dan umurnya. Misal, nasi tim, sari buah, dan lainnya. Makin beragam jenis makanan yang diperkenalkan pada anak, makin variatif menunya, makin baik dampaknya kepada pemenuhan zat gizinya.

Pertumbuhan yang cepat pada usia balita memerlukan penambahan konsumsi zat pembangun (bahan makanan mengandung protein) dan pengatur (bahan makanan mengandung vitamin dan mineral). Bertambahnya aktivitas memerlukan penambahan bahan sumber tenaga (bahan makanan mengandung karbohidrat dan lemak). Pertumbuhan mental memerlukan lebih banyak zat pembangun, terutama untuk pertumbuhan sel-sel otak yang sangat cepat.

Ir Marzuki Iskandar, MTP, dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia mengatakan bahwa karbohidrat harus memenuhi 55-60 persen, sementara protein 15-20 persen, lemak 25-30 persen, dan sisanya vitamin. Karbohidrat bisa didapatkan melalui bahan makanan seperti umbi-umbian, jagung, dan gandum. Sementara protein hewani dan nabati bisa didapat dari ikan, kacang kedelai (tahu dan tempe), susu, dan keju. Lemak yang berasal dari hewani dan nabati juga penting untuk dipenuhi lewat sumber lemak esensial yang juga dikenal sebagai lemak cerdas (DHA, AA, Omega-3, dan Omega-6). Vitamin bisa didapat dari buah dan sayur, juga sinar matahari pagi hari, demikian disampaikan Ir Marzuki dalam seminar "Brain Food untuk Masa Golden Years", Jumat (24/7) di Jakarta.

Makanan apa yang terbaik untuk otak yang harus terpenuhi? Ir Marzuki, yang biasa disapa Pak Uki, menjabarkan, untuk Omega-3, bisa didapat dari labu parang, minyak biji kapas, dan kacang-kacangan. Sementara untuk Omega-6 bisa didapat dari jagung, biji bunga matahari, biji wijen, dan susu pertumbuhan yang diperkaya dengan lemak esensial tadi. Sementara untuk DHA bisa didapatkan melalui salmon, makarel, herring, sardin, tuna, minyak wijen, lemon, minyak biji bunga matahari, kenari, zaitun, dan lain-lainnya.

Makanan terbaik untuk protein otak adalah tyrosine dan tryptophan yang bertugas sebagai penyampai pesan ke otak dan pengolah pesannya. Bahan ini bisa didapatkan dari telur, susu pertumbuhan yang sudah diperkaya kedua hal ini, ikan-ikanan, daging putih (daging unggas), daging merah, dan biji-bijian seperti kacang serta hasil olahannya (tempe, tahu, dan oncom).

Pak Uki juga menyatakan akan pentingnya 9 mineral kunci kekuatan mental, yakni zat besi, magnesium, fosfor, mangan, sodium, potasium, kalsium, seng, dan boron. Zat ini menjamin pesan otak mengalir lancar ke seluruh sistem saraf dan otak. Tujuh vitamin yang juga sangat penting bagi otak adalah; vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan biotin, ditambah vitamin C.

Jangan lupakan juga fungsi sayuran. Warna pada sayuran bisa mengisyaratkan kandungannya. Warna-warni makanan memiliki kandungan zat gizi yang penting bagi kesehatan otak, seperti:
*Paprika merah, kaya akan beta karoten.
*Bawang bombay, warna kuningnya dari antoxantin, pelindung kuat terhadap kerusakan akibat radikal bebas.
*Brokoli, kaya akan beta karoten yang juga ada di dalam wortel.
*Bit, warna ungunya disebabkan karena antosianid, yang melindungi membran otak.
*Tomat, warna oranye kemerahannya menandakan antioksidan likopen yang kuat untuk melindungi membran otak.
*Wortel, warna jingganya berasal dari beta karoten, mineral kalsium, magnesium, dan zat besi.
*Alpukat, mengandung beta karoten, vitamin C, dan vitamin E. Buah ini juga mengandung lemak tidak jenuh.
*Jambu biji, sumber vitamin C tinggi.
*Pepaya, vitamin C yang tinggi dan enzim papain untuk mencerna protein.

Perlu diingat juga, diperlukan variasi untuk memberikan makanan kepada anak-anak. Selain karena anak-anak bisa bosan dengan makanan yang sama berulang-ulang, variasi pun memperkaya vitamin dan gizi yang diasup anak. Salah satu asupan yang tak boleh terlupakan pula adalah air, untuk memastikan bahwa makanan terproses dan menghantarkan zat-zat penting tadi ke seluruh tubuh.


NAD
Bebaskan Gerak Anak untuk Menghindari Cedera Otak
Posisi tengkurap akan memperluas pandangan matanya.
Jumat, 31 Juli 2009 | 13:18 WIB

KOMPAS.com - Pada Kompas.com beberapa hari lalu, Anda bisa menemukan artikel yang memaparkan mengenai makanan yang mencerdaskan otak pada masa golden years, atau usia 0 - 3 tahun. Pada masa-masa inilah sel-sel saraf otak berkembang amat pesat. Jika pada masa ini bayi tidak mendapatkan kebutuhan gizinya, kekurangannya tak akan bisa dipenuhi lagi di kemudian hari.

Pertumbuhan otak sebenarnya sangat dinamis, bisa dihentikan atau diperlambat. Atau sebaliknya, dipercepat. Tentu, Anda akan memilih untuk mempercepat pertumbuhan otak, bukan? Karena jika pertumbuhan melambat atau berhenti, artinya anak mengalami cedera otak. Masalah cedera otak ini beragam, seperti celebral palsy, autis, gangguan konsentrasi, epilepsi, dan down syndrome. Untuk itu, kita harus selalu menstimulasi otak anak agar berkembang dengan baik.

Glenn Doman, physical therapist yang juga pendiri The Institutes for the Achievement of Human Potential, mengatakan bahwa otak tumbuh dan berkembang bila digunakan. Bayi yang hidup di lingkungan yang kaya akan stimulasi, otaknya akan berkembang lebih baik. Lingkungan yang dimaksud adalah yang memungkinkan anak untuk bergerak sebanyak mungkin. Manfaat gerak ternyata begitu luar biasa, antara lain memperbaiki sistem pernafasan, sehingga dapat mencukupi supply oksigen ke otak anak, dimana fungsi otak akan meningkat karenanya. Bergerak juga akan memperbaiki struktur tubuh, memperbaiki sistem pencernaan dan pembuangan, mengembangkan penglihatan, dan meningkatkan kecerdasan.

Tahap-tahap dalam gerakan anak adalah sebagai berikut:
Tahap 1: Gerak tanpa perpindahan
Bayi mampu menggerakkan anggota tubuhnya, tetapi belum mampu menggunakan gerakan itu untuk memindahkan badannya ke tempat lain.

Tahap 2: Merayap
Menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara tertentu, sementara perut ditekan ke lantai, sehingga ia bisa berpindah dari titik A ke titik B. Otak mereka akan terus berkembang untuk berpikir apa yang harus dilakukan untuk berpindah tempat. Di sini mereka mulai belajar berkoordinasi, dengan menyeret tangan kanan ke depan bersamaan dengan kaki kirinya.

Tahap 3: Merangkak
Bayi belajar menantang gravitasi untuk pertama kalinya, dan bangkit dengan bertumpu pada tangan dan lututnya. Pelajaran mengenai koordinasi terus berlanjut, dimana tungkai depan kanan hanya dilakukan secara bersamaan dengan tungkai belakang kiri. Anak akan menggunakan otaknya ke tahap lebih tinggi untuk belajar berpindah tempat dengan pola gerakan yang seimbang.

Tahap 4: Berjalan
Bayi belajar bangkit dan bertumpu pada tungkainya dan berjalan. Anak sudah mampu melawan gravitasi dari 4 titik tubuh pada posisi sebelumnya (merayap dan merangkak) ke posisi 2 titik dan 1 titik tumpu untuk menahan gravitasi. Melawan gravitasi adalah sebuah tahap yang luar biasa untuk menghindari kelumpuhan.

Tahap 5: Berlari
Anak mempercepat jalannya menjadi berlari. Keseimbangan dan koordinasinya bertambah baik.

Anak yang sehat tidak akan melewatkan satu tahap dalam proses tersebut, meskipun siklus masing-masing tahapan akan berbeda pada satu anak dengan yang lain. Jika salah satu dari tahap dasar itu dilewati, misalnya anak mulai berjalan sebelum ia cukup merangkak, akan terjadi konsekuensi yang merugikan. Contohnya, koordinasi yang lemah, kegagalan memiliki penguasaan tangan kanan atau kidal, kegagalan untuk mengembangkan penguasaan belahan otak yang normal dalam berbicara, kegagalan dalam membaca dan mengeja, kurang konsentrasi (sering disebut ADD), kurang fokus, mudah lelah ketika belajar, dan lain-lain.

Cara menstimulasi anak
Untuk melatih anak bergerak dengan tujuan merangsang otaknya, kita harus selalu mengamati dan mengarahkannya. Sebab, anak bisa saja salah menggerakkan anggota tubuhnya, atau kita sendiri tidak menyediakan lingkungan yang ideal untuk anak bergerak. Gunakan seluruh panca indera anak (penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan pencecapan) untuk membantu stimulasi otak. Agar anak dapat bergerak seluas-luasnya, berikut saran Irene F. Mongkar dalam acara Smart Parents Conference di JCC, Jakarta, Sabtu (25/7):

1. Singkirkan perabotan di rumah yang menghalangi gerak anak.
2. Lantai harus bersih, hangat, nyaman, dan aman. Bisa juga dengan menghamparkan matras yang sedikit keras untuk memudahkan ia bergerak. Kasur empuk yang diberi seprei akan membuatnya kesulitan bergerak, dan akhirnya berhenti.
3. Jangan biarkan ia berbaring dalam posisi telentang, karena jangkauan pandangannya akan sangat terbatas. Posisi tengkurap akan memperluas pandangannya, dan keinginan untuk bergerak pindah akan lebih mudah.
4. Boks bayi, kereta dorong, baby walker, dan sejenisnya, sangat membatasi gerak anak.
5. Anak memang perlu diusap atau dipeluk untuk mendapatkan kehangatan, namun jangan menggendong anak terlalu lama. Bebaskan ia untuk bergerak dengan meletakkannya di lantai.
6. Jangan mengira bahwa anak yang selalu tidur akan menyenangkan, karena tidak merepotkan. Anak juga harus sering diajak ngobrol atau bermain.
7. Berikan dorongan dan pujian bila ia berhasil melakukan gerakan. Biarkan ia berusaha dengan maksimal saat akan berbalik, berdiri, atau melangkah. Bila ia sudah kehabisan tenaga, Anda bisa membantunya.
8. Jangan membiarkan anak beraktivitas sendiri, sementara Anda sibuk nonton TV, ngobrol dengan tetangga, atau Facebook-an. Temani dia dalam setiap tahap gerakannya, dari merayap hingga melangkah.
9. Jangan memberi iming-iming agar anak mau bergerak, atau memaksanya.

4/19/2007

Persiapan Buat Lahiran



9 LANGKAH MELAHIRKAN DENGAN NYAMAN

Setiap calon ibu pasti ingin melahirkan secepat dan senyaman mungkin. Coba ikuti 9 cara berikut ini agar persalinan Anda tak terasa menyiksa.

1. SANTAI DULU DI RUMAH

Sebagai gambaran, sebaiknya berangkat ke rumah sakit saat kontraksi sudah setiap 5-10 menit dan akhirnya sampai setiap 30-40 detik. Kalau tidak yakin, lebih baik tanyakan dokter Anda.

Yang dibutuhkan: Sofa yang nyaman.

2. PIJAT

Akupresur atau shiatsu dengan pijatan di jari-jari dan titik-titik tubuh tertentu bisa mendorong proses kelahiran dan memicu kontraksi yang teratur. Selama kontraksi, minta pasangan Anda untuk memijat bagian atas bokong Anda atau bagian bawah punggung dengan ibu jarinya. Ini akan mengurangi rasa sakit dan memudahkan proses melahirkan.

Yang dibutuhkan: Pasangan yang kooperatif.

3. MEDITASI

Cukup bayangkan tempat favorit Anda. Kalau stres, hormon oksitosin yang mengontrol proses melahirkan akan tertekan, sehingga proses melahirkan akan tertahan atau malah terhenti.

Yang dibutuhkan: Pojok ruangan yang tenang.

4. NGEMIL

Mungkin aneh kedengarannya makan sesuatu saat Anda sedang kontraksi. Tapi percayalah, ini ide bagus. Tentu Anda tidak usah melahap makanan utama, cukup camilan yang bisa menambah energi dengan kandungan karbohidrat tinggi dan protein untuk menambah tenaga. Cokelat adalah pilihan terbaik.

Yang dibutuhkan: lemari es yang terisi penuh.

5. MAIN-MAIN AIR

Cobalah berendam di bak mandi menjelang proses melahirkan. Ini akan membantu Anda mengurangi rasa sakit, memberi ketenangan, dan membantu memperlancar gerakan karena dukungan berat badan di dalam air. Hal itu akan memudahkan Anda mencari posisi yang berbeda saat melahirkan. Bila Anda masuk ke dalam air pada saat yang tepat (kira-kira sudah memasuki bukaan 5), tindakan ini bisa mempercepat proses melahirkan.

Yang dibutuhkan: Bak dengan air hangat.

6. MANFAATKAN GIRL POWER

Penelitian membuktikan, mereka yang melahirkan ditemani sesama perempuan, prosesnya jauh lebih cepat dan lebih mudah. Jadi bila pasangan Anda berhalangan, jangan ragu untuk mengajak ibu, saudara perempuan atau sahabat untuk menemani Anda.

Yang dibutuhkan: Sahabat perempuan.

7. TERUS BERGERAK

Saat menanti kelahiran, jangan cuma duduk diam atau berbaring saja, teruslah aktif bergerak. Berdiri, jalan-jalan, cari posisi terbaik untuk bayi Anda. Berat badan bayi Anda dan kekuatan gravitasi akan mempercepat kontraksi.

Yang dibutuhkan: Kaki yang kuat.

8. PARTNER

Selama detik-detik penantian yang tak kunjung akhir, jangan lupakan suami tercinta. Penelitian terakhir menunjukkan kehadiran suami yang sigap dapat mempercepat proses melahirkan para istri. Suami yang tahu banyak tentang proses melahirkan dapat membantu menenangkan dan meringankan rasa takut sang istri.

Yang dibutuhkan: Suami siaga.

9. ALUNAN MUSIK

Para peneliti di Glasgow Caledonian University mendapat temuan musik favorit bisa mengurangi rasa cemas dan meningkatkan ketenangan saat menghadapi proses melahirkan. Mendengarkan musik favorit bisa mengurangi tingkat kecemasan dan rasa sakit, serta meningkatkan pengendalian diri.

Yang dibutuhkan: CD / MP3 player

Source : www.motherandbaby.co.id



Lilypie Expecting a baby Ticker

4/17/2007

Perawatan Payudara Selama Hamil

Saat seorang wanita hamil, terjadi perubahan-perubahan pada tubuhnya yang memang secara alamiah dipersiapkan untuk menyambut datangnya si buah hati. Perubahan-perubahan itu antara lain berat badan bertambah, perubahan pada kulit, perubahan pada payudara, dll.

Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi yang baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin.
Inilah karunia Allah yang sangat besar kepada kaum wanita di mana ASI merupakan makanan paling cocok bagi bayi, komposisinya paling lengkap, dan tidak bisa ditandingi susu formula buatan manusia.

Perawatan payudara selama hamil memiliki banyak manfaat, antara lain:
• Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu.
• Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi untuk menyusu.
• Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.
• Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya untuk mengatasinya.
• Mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui.

Bila seorang ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara dengan baik dan hanya melakukan perawatan menjelang melahirkan atau setelah melahirkan maka sering dijumpai kasus-kasus yang akan merugikan ibu dan bayi. Kasus-kasus yang sering terjadi antara lain:
• ASI tidak keluar. Inilah yang sering terjadi. Baru keluar setelah hari kedua atau lebih.
• Puting susu tidak menonjol sehingga bayi sulit menghisap.
• Produksi ASI sedikit sehingga tidak cukup dikonsumsi bayi.
• Infeksi pada payudara, payudara bengkak atau bernanah.
• Muncul benjolan di payudara, dll.

Kasus-kasus tersebut insya Allah bisa dicegah dengan melakukan perawatan payudara sedini mungkin. Berikut ini perawatan payudara yang bisa dilakukan:

a. Umur kehamilan 3 bulan
Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. Puting susu yang normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, maka sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol.
Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari, daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali selama 6 menit.

b. Umur kehamilan 6-9 bulan
• Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa.
• Puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting dengan warna lebih gelap) dikompres dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol atau yang lainnya yang bersifat iritasi karena dapat menyebabkan puting susu lecet.
• Kedua puting susu dipegang lalu ditarik, diputar ke arah dalam dan ke arah luar (searah dan berlawanan jarum jam).
• Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari.
• Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas.
• Kedua puting susu dan sekitarnya dibersihkan dengan handuk kering dan bersih.
• Pakailah BH yang tidak ketat dan bersifat menopang payudara, jangan memakai BH yang ketat dan menekan payudara.

Itulah tips-tips perawatan payudara. Lakukan secara teratur dan sedini mungkin.

dr. Saeful Anwar
Asysyariah online


source : www.hypno-birthing.web.id



Lilypie Expecting a baby Ticker


3/15/2007

Flu, Flu, Flu lagi...

Cuaca sedang ga menentu.

Bunda jadi gampang bgt kena flu.

Takut ada pengaruhnya ke dede, jd minum vit C yg dosisnya ditambah.

Spy ga gampang lemes.



Awas Komplikasi Flu!


Komplikasi influenza dapat berdampak buruk bagi ibu maupun janin. Itu sebabnya, sebisa mungkin perkecil risiko tertular penyakit ini.

Influenza, atau lebih dikenal dengan flu, adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menular dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi alias penyakit baru yang timbul yang dapat berakibat fatal.

Apa saja gejalanya?

Virus flu banyak jenisnya, sehingga influenza bisa muncul dalam berbagai bentuk. Namun, gejala utamanya adalah demam (sekitar 38-40 derajat Celcius), sakit kepala, tubuh terasa sangat lemah, batuk, hidung tersumbat atau hidung berair, sakit tenggorokan, serta nyeri otot. Pada beberapa orang, timbul juga gejala lain seperti mual, muntah, dan diare.

Berapa lama masa inkubasinya?

Masa inkubasi, yakni masa antara infeksi sampai timbulnya gejala, antara satu sampai tiga hari.

Bagaimana cara penularannya?

Virus flu biasanya ada dalam cairan hidung atau mulut penderita. Bila Anda batuk, bersin atau bicara, virus akan menyebar ke udara, lalu dapat terisap oleh orang di sekitar Anda.

Anda juga bisa tertular bila menyentuh benda yang terinfeksi, karena ada cairan yang mengandung virus flu, seperti pegangan pintu, dinding atau telepon, lalu memegang hidung atau mulut.

Apakah flu berdampak buruk bagi ibu hamil?

Ya. Ibu hamil yang tertular flu berisiko lebih besar untuk mengalami komplikasi, seperti pneumonia (radang paru). Hal ini antara lain karena kehamilan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, khususnya yang menyangkut organ jantung dan paru.

Apa pula dampaknya pada janin?

Dari beberapa penelitian terbukti adanya risiko kecil timbulnya cacat bawaan, yakni spina bifida (adanya celah pada tulang belakang karena lengkung beberapa ruas tulang belakang tidak merapat sambungannya), bila Anda mengalami demam tinggi selama lebih dari 24 jam, dan terjadi antara awal minggu ke-3 sampai akhir minggu ke-4 setelah konsepsi (pembuahan).

Apa yang harus dilakukan bila tertular flu?

Bila tidak terjadi komplikasi seperti halnya penyakit lain yang disebabkan oleh virus, sebenarnya flu bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, Anda sebaiknya menghubungi dokter bila merasa tertular flu, terutama bila gejala tidak reda dalam 2-3 hari. Selain itu, penuhilah kebutuhan tubuh akan istirahat, serta konsumsi cairan dan vitamin sesuai anjuran dokter.

Bagaimana cara mencegah penyebaran virus flu?

Selain menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, beberapa langkah berikut dapat membantu mencegah Anda atau orang lain di sekitar Anda tertular flu.

- Hindari kontak atau jaga jarak dengan orang yang sedang flu.
- Jaga kebersihan tangan sehingga Anda terlindung dari infeksi berbagai kuman penyakit.
- Jangan menyentuh mata, hidung dan/atau mulut, terutama bila tangan Anda kotor.
- Tinggallah di rumah saat sakit. Bila perlu, mintalah surat istirahat pada dokter.
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin.

Apakah ibu hamil perlu mendapat vaksin influenza?

Ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza disarankan untuk diberikan vaksin, tanpa melihat usia kehamilannya, sebelum tiba musim flu. Namun demikian, untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul, seperti sakit kepala, demam ringan atau rasa tidak enak badan ( malaise ), sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter.

Sedangkan ibu yang tidak berisiko mengalami komplikasi influenza, bila ingin divaksinasi, sebaiknya ketika usia kehamilannya di atas trimester pertama (mengingat besarnya risiko terjadinya keguguran pada trimester ini). Yang pasti, vaksin ini aman untuk diberikan pada ibu hamil.

Januari ini dilaporkan 18 orang meninggal (sebagian besar anak-anak) karena wabah flu burung . Gejala flu yang virusnya hidup dalam saluran pencernaan unggas ini sama dengan flu biasa, namun kondisi si korban kemudian akan menurun drastis. Hingga kini belum ada laporan kasus flu burung di Indonesia, namun kita tetap harus waspada, yakni dengan memutus mata rantai penularan virus dari binatang unggas ke manusia.

3/13/2007

Guratan-Guratan

Perut Bunda mulai ada guratan nih.
Abis dah mulai gatel2, jd deh ga sengaja digaruk pas tidur.
Padahal sbenernya dah dikasih lotion n minum vitamin E.
Skr lg nyari2 cream yg ampuh biar kulit perut Bunda makin elastis.
Nyari2nya lewat artikel yg disearch di google.


Guratan Yang Ganggu Penampilan

Memiliki kulit yang bersih dan mulus merupakan idaman para wanita. Namun ada kalanya tanpa disadari muncul guratan -guratan pada kulit, sehingga mengganggu penampilan.

Guratan pada kulit atau biasa disebut striae terjadi karena perobekan jaringan bawah kulit akibat elastisitas kulit yang pecah. Hal itu biasanya terjadi pada orang yang semula kurus menjadi gemuk dan wanita hamil.

Guratan kulit itu muncul pada lengan atas, payudara, paha, bekalang lutut dan pantat. Sedang pada wanita hamil biasanya guratan kulit terjadi pada bagian perut.

Menurut dr Hj Robiana MN SpKK dari RSU Ulin Banjarmasin, guratan pada kulit itu tidak bisa hilang sama sekali, karena terjadi tidak pada permukaannya tapi di jaringan bawah kulit.

Hal itu terjadi akibat peregangan yang sangat besar yang diderita kulit. Pada ibu hamil, guratan makin parah apabila digaruk sehingga mempercepat proses peregangan kulit.

Guratan-guratan pada kulit itu terjadi akibat elastisitas kulit yang pecah akibat peregangan. Guratan kulit pada ibu hamil makin parah apabila digaruk. Guratan itu biasa disebut striae gravidarum.

Untuk mengurangi timbulnya guratan pada ibu hamil, Robiana menyarankan agar perutnya jangan digaruk kalau terasa gatal, cukup dielus-elus saja. Kuku harus dipotong pendek sehingga tidak melukai kulit.

Namun demikian, tidak semua ibu hamil mengalami guratan pada perutnya. Sebab, lapisan lemak perut orang berbeda-beda, ada yang tipis dan tebal.

Wanita yang lapisan lemak perutnya tipis mudah mengalami guratan pada kulit perut akibat peregangan, namun pada wanita yang lapisan kulit perutnya tebal tak mengalami masalah meski perutnya membesar.

Untuk mencegah terjadinya guratan di perut tersebut, mulai awal kehamilan (semester pertama) sebaiknya gunakan baby oil atau pelembab untuk menjaga kelembaban kulit perut yang mengalami peregangan.

Guratan pada perut pascamelahirkan, bisa ditanggulangi dengan diolesi cream yang mengandung kalogen, vitamin untuk kulit dan pelembab. Anda bisa mendapatkannya di apotek-apotek. Paling tidak cream tersebut untuk menipiskan dan mengecilkan guratan yang ada.

Guratan yang terjadi di perut dan di bagian kulit lainnya tak bisa dihilangkan sama sekali. Paling tidak hanya mengurangi atau mengecilkan agar tak mencolok, caranya dengan diolesi cream secara rutin.

Bagi yang sudah melahirkan, elastisitas kulit sulit untuk kembali mulus seperti semula, karena telah pecah akibat peregangan. Kalau pun bisa, tidak mulus seperti semula. Untuk itulah, sewaktu hamil usahakan badan jangan terlalu gemuk dan gunakan krim yang mengandung kolagen dan vitamin A.

Setelah melahirkan perut akan kendur, untuk mengencangkannya kembali, para ibu harus rajin berolah raga, terutama sit up dan senam body language (BL). Idealnya tiga kali seminggu waktunya sekitar 30 menit.

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, Robiana menyarankan para ibu hamil agar banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E untuk membantu pembentukan kalogen dan anti oksidan yang diperlukan tubuh. drt

Source : Banjarmasin Post




Lilypie Expecting a baby Ticker

2/12/2007

Gimana ya supaya tidur enak....

Makin gede kehamilan, ternyata tidurnya makin susah. Miring kiri terus, sakit pinggul kiri, ganti miring kanan, ganti juga pinggul kanan yang sakit. Bunda ngerasa perlu mencari cara yang nyaman buat tidur. Nyari nyari nyari...nemu juga di pregnancy weekly.com.


Sweet Dreams
As your body adjusts to its sudden hormonal and physical changes you will find that sleep is not as easy as it once used to be. With heartburn, leg cramps, frequent urination, crazy dreams, and your increased size, a good night's sleep can become a distant memory. Tips for getting a good night's sleep:
  • Cut down or eliminate caffeine - tea, coffee, soda, and chocolate in general are all stimulants; it's best to avoid them whenever possible, but especially in the late afternoon and evening

  • Create a sleep atmosphere in your bedroom - curtains that block out the light, keeping the temperature lower than the rest of the house, and most importantly leave your worries on the other side of the bedroom door!

  • Take the time to unwind - do not exercise for at least 2 hours before bed. This includes housework! Take this time to read a chapter in your book, listen to relaxing music or just talk quietly with your partner.

  • Avoid the pizza and pickles - spicy or acidic foods can cause heartburn and indigestion. If possible have your main meal at lunch time, and go for the smaller lighter meals for dinner. Allow yourself 2-3 hours to digest your last meal.

  • Make an appointment with bedtime - try to keep your bedtime routine the same. Going to sleep and rising at the same time every day, will help to train your body in good sleep habits.

  • Don't lie there - if you're having trouble getting comfortable or falling asleep, instead of getting frustrated, get up. Have a bubble bath, read some more of your book, have a glass of warm milk. Give yourself some time then try again.

Getting comfortable:

Pillows, Pillows and more Pillows - Did I mention pillows? Use pillows everywhere. Under your belly, legs, arms, behind your back. As your body grows you will soon find that pillows will become your best friend.

Sleep on your left side - This is said to be the best position for pregnant women to sleep in. Sleeping on your left side helps blood and nutrients flow to the fetus and uterus and helps the kidneys eliminate waste and fluids.

Nearing the end - As you near the end of your pregnancy, you may find that sleeping flat is just not going to happen. Elevating your upper body with pillows will help your breathing, as will raising the head of your bed by placing blocks under the mattress. Some moms find it more comfortable to sleep in a recliner during the last few weeks of pregnancy.

Experiment - Don't be afraid to experiment with different sleep positions. With the help of an understanding partner and a lot of pillows, you're sure to find one that is just right for you!


Lilypie Expecting a baby Ticker

1/26/2007

Jangan Minum Sembarang Obat!

Selama hamil, apa pun yang Anda telan juga akan ‘ditelan' janin Anda! Jadi, ekstra hati-hatilah, terutama dalam mengonsumsi obat-obatan!


Salah minum obat memang fatal akibatnya. Sebab, proses tumbuh-kembang janin yang jadi taruhannya! Biar tidak salah bertindak, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Apa itu?

Jangan bosan bertanya
Sebelum hamil delapan minggu, ada baiknya Anda tidak minum obat apa pun. Kalaupun terpaksa minum obat, Anda perlu ekstra hati-hati. Berikut beberapa hal yang wajib Anda lakukan sebelum menelan suatu obat:
• Biasakan untuk selalu memberitahu dokter (selain dokter kandungan) dan juga apoteker bahwa Anda sedang hamil, sebelum Anda menerima resep apapun.
• Jangan segan-segan bertanya apakah obat Anda benar-benar aman bagi ibu hamil atau tidak.
• Kalaupun mengonsumsi obat bebas, seperti obat flu atau batuk, tanyakan dosis aman untuk ibu hamil.
• Bila terpaksa mengonsumsi obat untuk penyakit Anda, tanyakan efek sampingnya terhadap janin.
• Berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat-obatan tradisional (alternatif).

Obat yang relatif aman
Meski dianggap cukup aman, sebaiknya obat-obat ini dikonsumsi setelah usia kehamilan Anda lewat dari sepuluh minggu. Sekalipun obat-obatan di bawah ini dinyatakan tidak berbahaya bagi tumbuh-kembang janin, tak ada salahnya Anda melakukan check and recheck lagi dengan dokter kandungan Anda. Obat apa saja sih?
• Obat penghilang gejala flu dan obat batuk
• Antihistamin
• Dekongestan
• Kombinasi antihistamin dan dekongestan
• Obat penghilang gejala batuk
• Obat untuk mengatasi sembelit (konstipasi)
• Obat penghilang sakit kepala ringan
• Obat penghilang rasa pegal-pegal pada tubuh
• Obat pereda rasa panas pada dada dan lambung (heartburn)

Hindari obat ini!
Ada juga sederet jenis obat yang tergolong berbahaya untuk dikonsumsi ibu hamil. Sebab, kandungan senyawa di dalamnya dapat mempengaruhi proses tumbuh-kembang janin yang sedang berlangsung. Inilah jenis obat dan juga terapi yang sebaiknya dihindari.
• Ibuprofen
• Lithium
• Carbimazole
• Thyroxine
• Warfarin dan jenis obat penggumpal (koagulan) lainnya
• Vaksin untuk cacar, campak Jerman (Rubela), dan sakit kuning
• Phenytoin
• Tetrasiklin
• Chloroquin
• Obat antikanker
• Radiasi sinar-X
• Beberapa jenis antibiotika tertentu (konsultasikan dengan dokter).
• Obat kulit yang mengandung vitamin A.

Sri Lestariningsih

Source : AyahBunda


Lilypie Expecting a baby Ticker