4/19/2007

Persiapan Buat Lahiran



9 LANGKAH MELAHIRKAN DENGAN NYAMAN

Setiap calon ibu pasti ingin melahirkan secepat dan senyaman mungkin. Coba ikuti 9 cara berikut ini agar persalinan Anda tak terasa menyiksa.

1. SANTAI DULU DI RUMAH

Sebagai gambaran, sebaiknya berangkat ke rumah sakit saat kontraksi sudah setiap 5-10 menit dan akhirnya sampai setiap 30-40 detik. Kalau tidak yakin, lebih baik tanyakan dokter Anda.

Yang dibutuhkan: Sofa yang nyaman.

2. PIJAT

Akupresur atau shiatsu dengan pijatan di jari-jari dan titik-titik tubuh tertentu bisa mendorong proses kelahiran dan memicu kontraksi yang teratur. Selama kontraksi, minta pasangan Anda untuk memijat bagian atas bokong Anda atau bagian bawah punggung dengan ibu jarinya. Ini akan mengurangi rasa sakit dan memudahkan proses melahirkan.

Yang dibutuhkan: Pasangan yang kooperatif.

3. MEDITASI

Cukup bayangkan tempat favorit Anda. Kalau stres, hormon oksitosin yang mengontrol proses melahirkan akan tertekan, sehingga proses melahirkan akan tertahan atau malah terhenti.

Yang dibutuhkan: Pojok ruangan yang tenang.

4. NGEMIL

Mungkin aneh kedengarannya makan sesuatu saat Anda sedang kontraksi. Tapi percayalah, ini ide bagus. Tentu Anda tidak usah melahap makanan utama, cukup camilan yang bisa menambah energi dengan kandungan karbohidrat tinggi dan protein untuk menambah tenaga. Cokelat adalah pilihan terbaik.

Yang dibutuhkan: lemari es yang terisi penuh.

5. MAIN-MAIN AIR

Cobalah berendam di bak mandi menjelang proses melahirkan. Ini akan membantu Anda mengurangi rasa sakit, memberi ketenangan, dan membantu memperlancar gerakan karena dukungan berat badan di dalam air. Hal itu akan memudahkan Anda mencari posisi yang berbeda saat melahirkan. Bila Anda masuk ke dalam air pada saat yang tepat (kira-kira sudah memasuki bukaan 5), tindakan ini bisa mempercepat proses melahirkan.

Yang dibutuhkan: Bak dengan air hangat.

6. MANFAATKAN GIRL POWER

Penelitian membuktikan, mereka yang melahirkan ditemani sesama perempuan, prosesnya jauh lebih cepat dan lebih mudah. Jadi bila pasangan Anda berhalangan, jangan ragu untuk mengajak ibu, saudara perempuan atau sahabat untuk menemani Anda.

Yang dibutuhkan: Sahabat perempuan.

7. TERUS BERGERAK

Saat menanti kelahiran, jangan cuma duduk diam atau berbaring saja, teruslah aktif bergerak. Berdiri, jalan-jalan, cari posisi terbaik untuk bayi Anda. Berat badan bayi Anda dan kekuatan gravitasi akan mempercepat kontraksi.

Yang dibutuhkan: Kaki yang kuat.

8. PARTNER

Selama detik-detik penantian yang tak kunjung akhir, jangan lupakan suami tercinta. Penelitian terakhir menunjukkan kehadiran suami yang sigap dapat mempercepat proses melahirkan para istri. Suami yang tahu banyak tentang proses melahirkan dapat membantu menenangkan dan meringankan rasa takut sang istri.

Yang dibutuhkan: Suami siaga.

9. ALUNAN MUSIK

Para peneliti di Glasgow Caledonian University mendapat temuan musik favorit bisa mengurangi rasa cemas dan meningkatkan ketenangan saat menghadapi proses melahirkan. Mendengarkan musik favorit bisa mengurangi tingkat kecemasan dan rasa sakit, serta meningkatkan pengendalian diri.

Yang dibutuhkan: CD / MP3 player

Source : www.motherandbaby.co.id



Lilypie Expecting a baby Ticker

4/17/2007

Perawatan Payudara Selama Hamil

Saat seorang wanita hamil, terjadi perubahan-perubahan pada tubuhnya yang memang secara alamiah dipersiapkan untuk menyambut datangnya si buah hati. Perubahan-perubahan itu antara lain berat badan bertambah, perubahan pada kulit, perubahan pada payudara, dll.

Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi yang baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin.
Inilah karunia Allah yang sangat besar kepada kaum wanita di mana ASI merupakan makanan paling cocok bagi bayi, komposisinya paling lengkap, dan tidak bisa ditandingi susu formula buatan manusia.

Perawatan payudara selama hamil memiliki banyak manfaat, antara lain:
• Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu.
• Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi untuk menyusu.
• Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.
• Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya untuk mengatasinya.
• Mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui.

Bila seorang ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara dengan baik dan hanya melakukan perawatan menjelang melahirkan atau setelah melahirkan maka sering dijumpai kasus-kasus yang akan merugikan ibu dan bayi. Kasus-kasus yang sering terjadi antara lain:
• ASI tidak keluar. Inilah yang sering terjadi. Baru keluar setelah hari kedua atau lebih.
• Puting susu tidak menonjol sehingga bayi sulit menghisap.
• Produksi ASI sedikit sehingga tidak cukup dikonsumsi bayi.
• Infeksi pada payudara, payudara bengkak atau bernanah.
• Muncul benjolan di payudara, dll.

Kasus-kasus tersebut insya Allah bisa dicegah dengan melakukan perawatan payudara sedini mungkin. Berikut ini perawatan payudara yang bisa dilakukan:

a. Umur kehamilan 3 bulan
Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. Puting susu yang normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, maka sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol.
Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari, daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali selama 6 menit.

b. Umur kehamilan 6-9 bulan
• Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa.
• Puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting dengan warna lebih gelap) dikompres dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol atau yang lainnya yang bersifat iritasi karena dapat menyebabkan puting susu lecet.
• Kedua puting susu dipegang lalu ditarik, diputar ke arah dalam dan ke arah luar (searah dan berlawanan jarum jam).
• Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari.
• Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas.
• Kedua puting susu dan sekitarnya dibersihkan dengan handuk kering dan bersih.
• Pakailah BH yang tidak ketat dan bersifat menopang payudara, jangan memakai BH yang ketat dan menekan payudara.

Itulah tips-tips perawatan payudara. Lakukan secara teratur dan sedini mungkin.

dr. Saeful Anwar
Asysyariah online


source : www.hypno-birthing.web.id



Lilypie Expecting a baby Ticker


3/15/2007

Flu, Flu, Flu lagi...

Cuaca sedang ga menentu.

Bunda jadi gampang bgt kena flu.

Takut ada pengaruhnya ke dede, jd minum vit C yg dosisnya ditambah.

Spy ga gampang lemes.



Awas Komplikasi Flu!


Komplikasi influenza dapat berdampak buruk bagi ibu maupun janin. Itu sebabnya, sebisa mungkin perkecil risiko tertular penyakit ini.

Influenza, atau lebih dikenal dengan flu, adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menular dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi alias penyakit baru yang timbul yang dapat berakibat fatal.

Apa saja gejalanya?

Virus flu banyak jenisnya, sehingga influenza bisa muncul dalam berbagai bentuk. Namun, gejala utamanya adalah demam (sekitar 38-40 derajat Celcius), sakit kepala, tubuh terasa sangat lemah, batuk, hidung tersumbat atau hidung berair, sakit tenggorokan, serta nyeri otot. Pada beberapa orang, timbul juga gejala lain seperti mual, muntah, dan diare.

Berapa lama masa inkubasinya?

Masa inkubasi, yakni masa antara infeksi sampai timbulnya gejala, antara satu sampai tiga hari.

Bagaimana cara penularannya?

Virus flu biasanya ada dalam cairan hidung atau mulut penderita. Bila Anda batuk, bersin atau bicara, virus akan menyebar ke udara, lalu dapat terisap oleh orang di sekitar Anda.

Anda juga bisa tertular bila menyentuh benda yang terinfeksi, karena ada cairan yang mengandung virus flu, seperti pegangan pintu, dinding atau telepon, lalu memegang hidung atau mulut.

Apakah flu berdampak buruk bagi ibu hamil?

Ya. Ibu hamil yang tertular flu berisiko lebih besar untuk mengalami komplikasi, seperti pneumonia (radang paru). Hal ini antara lain karena kehamilan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, khususnya yang menyangkut organ jantung dan paru.

Apa pula dampaknya pada janin?

Dari beberapa penelitian terbukti adanya risiko kecil timbulnya cacat bawaan, yakni spina bifida (adanya celah pada tulang belakang karena lengkung beberapa ruas tulang belakang tidak merapat sambungannya), bila Anda mengalami demam tinggi selama lebih dari 24 jam, dan terjadi antara awal minggu ke-3 sampai akhir minggu ke-4 setelah konsepsi (pembuahan).

Apa yang harus dilakukan bila tertular flu?

Bila tidak terjadi komplikasi seperti halnya penyakit lain yang disebabkan oleh virus, sebenarnya flu bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, Anda sebaiknya menghubungi dokter bila merasa tertular flu, terutama bila gejala tidak reda dalam 2-3 hari. Selain itu, penuhilah kebutuhan tubuh akan istirahat, serta konsumsi cairan dan vitamin sesuai anjuran dokter.

Bagaimana cara mencegah penyebaran virus flu?

Selain menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, beberapa langkah berikut dapat membantu mencegah Anda atau orang lain di sekitar Anda tertular flu.

- Hindari kontak atau jaga jarak dengan orang yang sedang flu.
- Jaga kebersihan tangan sehingga Anda terlindung dari infeksi berbagai kuman penyakit.
- Jangan menyentuh mata, hidung dan/atau mulut, terutama bila tangan Anda kotor.
- Tinggallah di rumah saat sakit. Bila perlu, mintalah surat istirahat pada dokter.
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin.

Apakah ibu hamil perlu mendapat vaksin influenza?

Ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza disarankan untuk diberikan vaksin, tanpa melihat usia kehamilannya, sebelum tiba musim flu. Namun demikian, untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul, seperti sakit kepala, demam ringan atau rasa tidak enak badan ( malaise ), sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter.

Sedangkan ibu yang tidak berisiko mengalami komplikasi influenza, bila ingin divaksinasi, sebaiknya ketika usia kehamilannya di atas trimester pertama (mengingat besarnya risiko terjadinya keguguran pada trimester ini). Yang pasti, vaksin ini aman untuk diberikan pada ibu hamil.

Januari ini dilaporkan 18 orang meninggal (sebagian besar anak-anak) karena wabah flu burung . Gejala flu yang virusnya hidup dalam saluran pencernaan unggas ini sama dengan flu biasa, namun kondisi si korban kemudian akan menurun drastis. Hingga kini belum ada laporan kasus flu burung di Indonesia, namun kita tetap harus waspada, yakni dengan memutus mata rantai penularan virus dari binatang unggas ke manusia.

3/13/2007

Guratan-Guratan

Perut Bunda mulai ada guratan nih.
Abis dah mulai gatel2, jd deh ga sengaja digaruk pas tidur.
Padahal sbenernya dah dikasih lotion n minum vitamin E.
Skr lg nyari2 cream yg ampuh biar kulit perut Bunda makin elastis.
Nyari2nya lewat artikel yg disearch di google.


Guratan Yang Ganggu Penampilan

Memiliki kulit yang bersih dan mulus merupakan idaman para wanita. Namun ada kalanya tanpa disadari muncul guratan -guratan pada kulit, sehingga mengganggu penampilan.

Guratan pada kulit atau biasa disebut striae terjadi karena perobekan jaringan bawah kulit akibat elastisitas kulit yang pecah. Hal itu biasanya terjadi pada orang yang semula kurus menjadi gemuk dan wanita hamil.

Guratan kulit itu muncul pada lengan atas, payudara, paha, bekalang lutut dan pantat. Sedang pada wanita hamil biasanya guratan kulit terjadi pada bagian perut.

Menurut dr Hj Robiana MN SpKK dari RSU Ulin Banjarmasin, guratan pada kulit itu tidak bisa hilang sama sekali, karena terjadi tidak pada permukaannya tapi di jaringan bawah kulit.

Hal itu terjadi akibat peregangan yang sangat besar yang diderita kulit. Pada ibu hamil, guratan makin parah apabila digaruk sehingga mempercepat proses peregangan kulit.

Guratan-guratan pada kulit itu terjadi akibat elastisitas kulit yang pecah akibat peregangan. Guratan kulit pada ibu hamil makin parah apabila digaruk. Guratan itu biasa disebut striae gravidarum.

Untuk mengurangi timbulnya guratan pada ibu hamil, Robiana menyarankan agar perutnya jangan digaruk kalau terasa gatal, cukup dielus-elus saja. Kuku harus dipotong pendek sehingga tidak melukai kulit.

Namun demikian, tidak semua ibu hamil mengalami guratan pada perutnya. Sebab, lapisan lemak perut orang berbeda-beda, ada yang tipis dan tebal.

Wanita yang lapisan lemak perutnya tipis mudah mengalami guratan pada kulit perut akibat peregangan, namun pada wanita yang lapisan kulit perutnya tebal tak mengalami masalah meski perutnya membesar.

Untuk mencegah terjadinya guratan di perut tersebut, mulai awal kehamilan (semester pertama) sebaiknya gunakan baby oil atau pelembab untuk menjaga kelembaban kulit perut yang mengalami peregangan.

Guratan pada perut pascamelahirkan, bisa ditanggulangi dengan diolesi cream yang mengandung kalogen, vitamin untuk kulit dan pelembab. Anda bisa mendapatkannya di apotek-apotek. Paling tidak cream tersebut untuk menipiskan dan mengecilkan guratan yang ada.

Guratan yang terjadi di perut dan di bagian kulit lainnya tak bisa dihilangkan sama sekali. Paling tidak hanya mengurangi atau mengecilkan agar tak mencolok, caranya dengan diolesi cream secara rutin.

Bagi yang sudah melahirkan, elastisitas kulit sulit untuk kembali mulus seperti semula, karena telah pecah akibat peregangan. Kalau pun bisa, tidak mulus seperti semula. Untuk itulah, sewaktu hamil usahakan badan jangan terlalu gemuk dan gunakan krim yang mengandung kolagen dan vitamin A.

Setelah melahirkan perut akan kendur, untuk mengencangkannya kembali, para ibu harus rajin berolah raga, terutama sit up dan senam body language (BL). Idealnya tiga kali seminggu waktunya sekitar 30 menit.

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, Robiana menyarankan para ibu hamil agar banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E untuk membantu pembentukan kalogen dan anti oksidan yang diperlukan tubuh. drt

Source : Banjarmasin Post




Lilypie Expecting a baby Ticker

2/12/2007

Gimana ya supaya tidur enak....

Makin gede kehamilan, ternyata tidurnya makin susah. Miring kiri terus, sakit pinggul kiri, ganti miring kanan, ganti juga pinggul kanan yang sakit. Bunda ngerasa perlu mencari cara yang nyaman buat tidur. Nyari nyari nyari...nemu juga di pregnancy weekly.com.


Sweet Dreams
As your body adjusts to its sudden hormonal and physical changes you will find that sleep is not as easy as it once used to be. With heartburn, leg cramps, frequent urination, crazy dreams, and your increased size, a good night's sleep can become a distant memory. Tips for getting a good night's sleep:
  • Cut down or eliminate caffeine - tea, coffee, soda, and chocolate in general are all stimulants; it's best to avoid them whenever possible, but especially in the late afternoon and evening

  • Create a sleep atmosphere in your bedroom - curtains that block out the light, keeping the temperature lower than the rest of the house, and most importantly leave your worries on the other side of the bedroom door!

  • Take the time to unwind - do not exercise for at least 2 hours before bed. This includes housework! Take this time to read a chapter in your book, listen to relaxing music or just talk quietly with your partner.

  • Avoid the pizza and pickles - spicy or acidic foods can cause heartburn and indigestion. If possible have your main meal at lunch time, and go for the smaller lighter meals for dinner. Allow yourself 2-3 hours to digest your last meal.

  • Make an appointment with bedtime - try to keep your bedtime routine the same. Going to sleep and rising at the same time every day, will help to train your body in good sleep habits.

  • Don't lie there - if you're having trouble getting comfortable or falling asleep, instead of getting frustrated, get up. Have a bubble bath, read some more of your book, have a glass of warm milk. Give yourself some time then try again.

Getting comfortable:

Pillows, Pillows and more Pillows - Did I mention pillows? Use pillows everywhere. Under your belly, legs, arms, behind your back. As your body grows you will soon find that pillows will become your best friend.

Sleep on your left side - This is said to be the best position for pregnant women to sleep in. Sleeping on your left side helps blood and nutrients flow to the fetus and uterus and helps the kidneys eliminate waste and fluids.

Nearing the end - As you near the end of your pregnancy, you may find that sleeping flat is just not going to happen. Elevating your upper body with pillows will help your breathing, as will raising the head of your bed by placing blocks under the mattress. Some moms find it more comfortable to sleep in a recliner during the last few weeks of pregnancy.

Experiment - Don't be afraid to experiment with different sleep positions. With the help of an understanding partner and a lot of pillows, you're sure to find one that is just right for you!


Lilypie Expecting a baby Ticker

1/26/2007

Jangan Minum Sembarang Obat!

Selama hamil, apa pun yang Anda telan juga akan ‘ditelan' janin Anda! Jadi, ekstra hati-hatilah, terutama dalam mengonsumsi obat-obatan!


Salah minum obat memang fatal akibatnya. Sebab, proses tumbuh-kembang janin yang jadi taruhannya! Biar tidak salah bertindak, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Apa itu?

Jangan bosan bertanya
Sebelum hamil delapan minggu, ada baiknya Anda tidak minum obat apa pun. Kalaupun terpaksa minum obat, Anda perlu ekstra hati-hati. Berikut beberapa hal yang wajib Anda lakukan sebelum menelan suatu obat:
• Biasakan untuk selalu memberitahu dokter (selain dokter kandungan) dan juga apoteker bahwa Anda sedang hamil, sebelum Anda menerima resep apapun.
• Jangan segan-segan bertanya apakah obat Anda benar-benar aman bagi ibu hamil atau tidak.
• Kalaupun mengonsumsi obat bebas, seperti obat flu atau batuk, tanyakan dosis aman untuk ibu hamil.
• Bila terpaksa mengonsumsi obat untuk penyakit Anda, tanyakan efek sampingnya terhadap janin.
• Berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat-obatan tradisional (alternatif).

Obat yang relatif aman
Meski dianggap cukup aman, sebaiknya obat-obat ini dikonsumsi setelah usia kehamilan Anda lewat dari sepuluh minggu. Sekalipun obat-obatan di bawah ini dinyatakan tidak berbahaya bagi tumbuh-kembang janin, tak ada salahnya Anda melakukan check and recheck lagi dengan dokter kandungan Anda. Obat apa saja sih?
• Obat penghilang gejala flu dan obat batuk
• Antihistamin
• Dekongestan
• Kombinasi antihistamin dan dekongestan
• Obat penghilang gejala batuk
• Obat untuk mengatasi sembelit (konstipasi)
• Obat penghilang sakit kepala ringan
• Obat penghilang rasa pegal-pegal pada tubuh
• Obat pereda rasa panas pada dada dan lambung (heartburn)

Hindari obat ini!
Ada juga sederet jenis obat yang tergolong berbahaya untuk dikonsumsi ibu hamil. Sebab, kandungan senyawa di dalamnya dapat mempengaruhi proses tumbuh-kembang janin yang sedang berlangsung. Inilah jenis obat dan juga terapi yang sebaiknya dihindari.
• Ibuprofen
• Lithium
• Carbimazole
• Thyroxine
• Warfarin dan jenis obat penggumpal (koagulan) lainnya
• Vaksin untuk cacar, campak Jerman (Rubela), dan sakit kuning
• Phenytoin
• Tetrasiklin
• Chloroquin
• Obat antikanker
• Radiasi sinar-X
• Beberapa jenis antibiotika tertentu (konsultasikan dengan dokter).
• Obat kulit yang mengandung vitamin A.

Sri Lestariningsih

Source : AyahBunda


Lilypie Expecting a baby Ticker

1/25/2007

13 Rahasia Hamil Bebas Stres

Kehamilan adalah masa yang indah yang seharusnya Anda nikmati sepenuh jiwa raga. Bila Anda happy saat hamil, si janin pun akan memperoleh pengaruh positifnya.

Bila berbagai perasaan negatif seperti cemas, takut dan rasa tak menentu mengganggu Anda dalam masa hamil, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasinya. Kemampuan Anda mengatasi stres saat hamil akan memberi dampak positif bagi bayi yang akan dilahirkan. Bila Anda termasuk calon ibu yang kurang bisa menikmati kehamilan Anda, cobalah kiat-kiat berikut ini.

1. Curhat dengan teman
Berbagi rasa dengan teman-teman dekat, khususnya yang sudah memiliki anak, bisa jadi salah satu cara yang cukup ampuh dalam menghalau rasa tidak nyaman. Bisa juga Anda sharing atau curhat dengan anggota keluarga dan kerabat dekat. Semua saran dan nasihat bisa jadi tambahan “perbekalan” ilmu yang pasti bermanfaat bagi Anda. Walau begitu, orang yang paling tepat dan paling banyak dapat membantu meringankan beban perasaan Anda sebenarnya adalah pasangan Anda!

2. Tutup kuping pada cerita seram
Hindari orang-orang yang punya pengalaman melahirkan yang “mengerikan”, seperti pedihnya sayatan episiotomi (perobekan bagian antara lubang vagina dan anus-red.) atau luka sayatan operasi caesar. Terus terang , kaum wanita biasanya senang bercerita tentang itu. Jadi, bila lawan bicara Anda melakukan hal tersebut, segera cut si pencerita dengan sopan. Cerita-cerita seperti itu hanya akan menambah rasa takut, khawatir, dan cemas Anda. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda malah jadi stres berkepanjangan selama hamil.

3. Libatkan pasangan
Jangan segan mengajak serta pasangan untuk terlibat langsung dalam berbagai persiapan menyambut kedatangan si kecil. Misalnya, mengantarkan Anda ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin. Dengan cara ini, kedekatan emosi antara Anda pasangan, dan juga si kecil bisa terjalin. Kekompakan Anda dan pasangan sebagai suatu tim yang solid akan mempermudah proses persalinan Anda kelak.

4. Belajar dan berlatih teknik relaksasi
Menurut Alice D. Domar, Ph.D, Direktur Mind/Body Center for Women's Health di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, hormon stres yang dikeluarkan oleh tubuh ibu hamil yang tegang, cemas, dan khawatir berlebihan dapat masuk ke dalam plasenta. Akibatnya, bayi bisa ikut-ikutan merasakannya. Ketenangan hati dan pikiran selama masa kehamilan memang perlu, bahkan dapat membantu kelancaran proses persalinan nantinya.
Cobalah belajar dan berlatih teknik-teknik relaksasi. Salah satu caranya adalah, dengan menarik napas panjang secara perlahan-lahan dan dalam. Tahan sebentar, lalu hembuskan lagi. Jangan lupa, berusahalah untuk tetap rileks!

5. Rutin berolahraga
Melakukan olahraga secara rutin (sesuai dengan kondisi tubuh) dapat membantu mengurangi stres. Apalagi, ada nilai plusnya bila Anda rajin berolahraga. Tubuh jadi sehat dan bugar.
Bila sebelum hamil Anda sudah terbiasa berolahraga secara rutin, teruskan kebiasaan baik tersebut. Lakukan sesuai kondisi tubuh dan kehamilan Anda. Namun, kalau sebelumnya Anda jarang atau tidak biasa berolahraga, mulailah dengan porsi yang ringan dulu. Secara bertahap, barulah ditambah porsi dan juga frekuensi latihannya. Ada baiknya, Anda berkonsultasi dulu dengan dokter Anda, sehingga ditentukan jenis olahraga, porsi dan frekuensi latihan yang paling pas untuk Anda.

6. Pelajari “ilmu” perawatan bayi
Mulailah belajar dan memperkaya wawasan Anda seputar seluk-beluk perawatan bayi baru lahir. Informasi tersebut bisa dengan mudah diperoleh dari TV, radio, buku, majalah, internet, maupun VCD. Belilah sedikitnya 1 atau 2 buku tentang dasar-dasar perawatan bayi, yang menguraikan berbagai persiapan sebelum persalinan, perawatan bayi di rumah sakit, hingga perawatan selanjutnya di rumah.

7. Pahami hak cuti hamil dan melahirkan
Bagi ibu hamil yang bekerja, sisihkan waktu untuk mempelajari hak cuti hamil dan melahirkan yang berlaku di tempat kerja. Bila perlu, buatlah janji dengan Kepala Bagian Personalia untuk membicarakan hak Anda ini. Sebaiknya, persiapan ini dimulai sejak trimester ke-1 atau ke-2.

8. Siapkan budget
Sejak dinyatakan positif hamil, sebaiknya Anda mulai merencanakan dan mengatur keuangan untuk biaya persalinan serta berbagai keperluan lain dalam menyambut kedatangan si kecil. Bahkan, tak ada salahnya bila Anda dan pasangan menyiapkan dana ekstra untuk mengantisipasi kondisi dan pengeluaran tak terduga. Misalnya, semula Anda berencana untuk menjalani persalinan normal. Namun, karena sungsang, mungkin saja bayi Anda harus dilahirkan via operasi Caesar, yang tentu memerlukan biaya yang jauh lebih besar.

9. Pilih-pilih tempat bersalin
Sejak trimester ke-1, mulailah “belanja” informasi tentang rumah sakit bersalin. Misalnya, dari teman, kerabat, brosur, dan lain-lain. Dalam proses memilah-milih ini, selalu libatkan pasangan.
Sebaiknya, pilih tempat bersalin yang dapat memberikan fasilitas pelayanan sesuai keinginan dan harapan Anda berdua. Tentu saja, sesuai kocek Anda juga! Pertimbangkan pula untuk memilih tempat bersalin yang menyediakan fasilitas rooming in. Bukankah Anda sudah tak sabar untuk berdekatan dengan si buah hati?
Setelah menentukan pilihan, segera daftarkan diri. Jangan menunda-nunda hingga akhirnya terlalu dekat dengan hari-H. Bisa-bisa Anda tidak mendapat tempat yang paling oke!

10. Belilah berbagai keperluan bayi
Persiapan yang satu ini memang sangat mengasyikkan. Bahkan, akan membuat Anda berdua melupakan sejenak rasa khawatir maupun cemas. Jadi, nikmatilah saat-saat berbelanja berdua saja dengan pasangan.
Sebaiknya, buatlah daftar barang-barang keperluan pokok yang harus dibeli, seperti popok, baju, selimut, boks, baby tafel, serta stroller. Daftar ini akan membuat “acara” belanja Anda jadi efektif dan efisien. Sebab, Anda hanya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Kok begitu? Begitu masuk ke dalam toko perlengkapan bayi, seringkali Anda langsung “panik”, sebab ingin membeli semua barang yang ada. Akibatnya, pengeluaran jadi berlipat ganda.

11. Cari informasi tentang dokter anak
Setelah si kecil hadir, Anda berdua akan dihadapkan dengan sederet masalah baru yang menantang. Bukan hanya tetek bengek seputar perawatan bayi, tapi juga masalah seputar kesehatannya. Si kecil memang masih sangat rentan terhadap serangan berbagai jenis penyakit. Karena itu, mulailah cari informasi tentang dokter anak yang berpredikat “baik” dalam memberi fasilitas pelayanan. Ini termasuk juga “baik” dalam berkomunikasi dengan pasien ketika menjelaskan kesehatan bayi.
Dokter anak pilihan Anda ini nantinya akan memberikan paket imunisasi dan vaksinasi yang wajib diberikan pada si kecil agar terhindar dari serangan penyakit selama tahun-tahun pertamanya. Juga, dialah yang akan membantu Anda dalam menangani masalah kesehatan si kecil kelak. Jadi, jangan sampai salah pilih!

12. Isi lemari es sebelum hari-H
Selama hari-hari pertama dan juga bulan-bulan pertama bersama si kecil, besar kemungkinan Anda tidak punya waktu dan juga kesempatan untuk belanja keperluan sehari-hari dengan leluasa. Hari-hari Anda hanya akan dipenuhi dengan segala macam urusan perawatan si kecil. Jadi, lebih baik Anda sudah mengisi lemari es dengan persediaan makanan maupun minuman sejak jauh-jauh. Begitu ingin sesuatu, Anda tinggal buka lemari es. Praktis, bukan?

13. Siapkan koper Anda!
Memasuki trimester ke-3, Anda sudah bisa mulai menyiapkan tas atau koper untuk dibawa ke rumah sakit. Siapkan barang keperluan untuk bayi, Anda sendiri, dan jangan lupa pasangan! Sebab, pasangan akan terus menerus mendampingi Anda menjelang, selama, dan usai persalinan. Jadi, dia juga butuh perlengkapan untuk bermalam.

Dengan persiapan dan rencana yang sangat matang, sebenarnya tak ada alasan lagi bagi Anda untuk cemas, takut, maupun khawatir berlebihan. So, just enjoy your pregnancy!

Sri Lestariningsih


Support dari Pasangan

Dari buku “ Throwaway Dads” karangan Ross D. Parke dan Armin A. Brott, ada 7 hal yang dilakukan pasangan untuk membantu si ibu hamil agar enjoy dengan kehamilannya.
• Lihat dari “kacamata” sang ibu hamil . Ya, wanita, termasuk ibu hamil memang cenderung “melihat” apa yang dikerjakan pasangannya dari sudut pandang kepentingannya. Dan ini seringkali membuat para suami jadi “serba salah.” Untuk itu, bagi para calon ayah, coba lakukan segala sesuatu dari “kacamata” kepentingan sang istri. Misalnya, saat istri sedang buruk mood nya, berusahalah untuk melihat itu sebagai efek dari kehamilannya, bukan sifat aslinya.
• Sesuaikan “standar” Anda! Pria dan wanita memang ibarat planet Mars dan Venus. Banyak sekali perbedaannya! Cobalah untuk menyesuaikan diri dengan standar yang digunakan oleh sang istri. Misalnya, dalam memilih perlengkapan bayi yang akan dibeli.
• Anda adalah partner, bukan sekadar “dewa penolong.” Berikan pandangan Anda sebagai masukan bagi sang istri pada saat Anda berdua berdiskusi untuk mengambil sebuah keputusan. Anda adalah partner yang diharapkan dapat menjadi tempat berbagi dalam berbagai hal. Karena itu Anda juga perlu membekali diri dengan info-info seputar kehamilan.
• Berikan pujian dan dukungan. Meski sekadar pujian yang tulus dari Anda kepada sang istri yang sedang hamil, akan membuatnya merasa dihargai. Juga, dia pun akan menjadi “kuat” secara mental untuk menghadapi berbagai hal maupun “rasa tidak nyaman” yang dialaminya selama masa kehamilan.
• Siap sedia setiap saat. Bersiaplah setiap saat untuk “turun tangan” ketika sang istri tersayang membuntuhkan bantuan Anda. Walau pun mungkin bantuan yang dibuthkan hanya sekadar memijat pundak atau mengusap-usap punggungnya.
• Istri Anda tak mampu melakukannya semua sendiri. Dia membutuhkan Anda sebagai pasangan, untuk berbagi apa pun yang dirasakannya. Baik kegembiraan maupun 1001 macam gejolak perasaannya.
• Berbagi “tugas”. Nggak salah kok, untuk berbagi tugas dengan istri Anda, termasuk tugas “kerumahtanggaan” alias “urusan dalam negeri.” Misalnya, Anda bisa saja sesekali menyiapkan menu makan siang sekaligus menata meja makan. Atau, Anda mungkin diam-diam punya bakat memasak? Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk “unjuk gigi” kebolehan Anda…


Source :AyahBunda

Lilypie Expecting a baby Ticker

Ibu Hamil, Hindari Ini!

Zat kimia dan jasad renik dalam produk-produk rumah tangga dan makanan memang bisa saja jadi musuh janin. Asal patuh pada rambu-rambunya, janin Anda tetap bisa selamat kok.

Terpaparnya tubuh dengan berbagai zat kimia dan jasad renik memang bisa terjadi melalui berbagai cara. Misalnya, terhirup lewat udara, terserap lewat kulit atau mata, bahkan bisa juga tertelan.
Dan, dari www.marchofdimes.com disebutkan, ada lebih dari 4 juta jenis zat kimia yang digunakan di lingkungan rumah dengan informasi yang sedikit tentang efeknya terhadap kehamilan dan janin. Padahal, dampaknya tidak main-main. Zat kimia tersebut bisa mengancam kesehatan janin Anda.
Juga, bila Anda mengonsumsi jasad renik yang ‘kebetulan' berada di dalam makanan, dampak ke janin akan sama buruknya. Ingin tahu produknya? Adakah aturan mainnya agar Anda bisa terbebas dari risiko ini?

Berbagai produk yang perlu diwaspadai
Untuk mudahnya, produk-produk yang ada di rumah dibedakan menjadi dua, yakni:

Produk-produk rumah tangga

A. Tiner dan cat minyak

Kandungan : Logam berat, seperti timbal dan cadmium.
Risiko :
- Bila terpapar logam berat dalam waktu yang lama:
• Bayi lahir dengan berat badan rendah.
• Bayi dengan cacat tubuh.
• Bayi lahir sebelum waktunya (prematur).
• Keguguran.
- Dalam tingkatan yang paling ringan, uap dari cat dan bensin bisa menyebabkan mual dan pusing-pusing.

B. Produk-produk aerosol, pemutih, pembersih lantai, lem, penyegar udara, serta pembersih kaca

Kandungan : Semua produk rumah tangga ini memakai bahan-bahan kimia organik yang mudah menguap, seperti toluene, xylenes dan phenol. Bahan-bahan kimia ini adalah bahan disinfektan untuk membunuh kuman.
Risiko :
• Bayi lahir dengan kelainan saraf dan retardasi mental.
• Bayi lahir dengan cacat tubuh.

C. Cat rambut

Kandungan : Ter (belangkin) dan zat kimia keras lainnya
Risiko : Keguguran.
Catatan : Menurut www.health.discovery.com, sejauh ini belum ada kasus ibu yang keguguran akibat menggunakan cat rambut. Meski begitu, belum ada pula bukti yang jelas-jelas menyatakan bahwa zat kimia yang terkandung di dalamnya juga aman. Jadi? Kesimpulannya, beberapa ahli menyarankan agar wanita hamil sebaiknya menunda dulu keinginannya untuk mengecat rambut, terutama di trimester pertama.

D. Insektisida (cairan pembasmi serangga) dan insect repellant (cairan penangkal serangga yang dioleskan ke tubuh)

Kandungan : Pestisida
Risiko : Terpapar dalam jumlah banyak:
• Keguguran.
• Bayi lahir prematur.
• Bayi lahir cacat.
• Mempengaruhi sistem reproduksi janin.


Makanan

A. Ikan mentah
Biasanya, ikan mentah digunakan dalam makanan Jepang, seperti sashimi dan sushi.

Kandungan : Dikhawatirkan mengandung merkuri.
Risiko : Ibu hamil yang terkontaminasi merkuri berpotensi:
• Bayi lahir dengan kerusakan saraf.
• Bayi lahir dengan cacat tubuh.
• Bayi menderita kanker.
Catatan : Saat hamil, sebisa mungkin hindari mengonsumsi ikan mentah. Tapi, kalau Anda tetap ingin mengonsumsinya, pastikan ikan tersebut tidak berasal dari laut yang tercemar limbah pabrik.

B. Daging sapi atau ayam mentah atau dimasak setengah matang

Kandungan : Parasit toksoplasmosis dan bakteri salmonella.
Risiko :
• Toksoplasmosis: menyebabkan kerusakan pada organ dalam, sistem saraf pusat, serta kebutaan janin.
• Salmonella: menyebabkan diare dan dehidrasi. Diare yang terus menerus dapat menimbulkan kontraksi rahim, sehingga membahayakan janin Anda. Sedangkan dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan cairan elektrolit di dalam tubuh.
Catatan: Kalau Anda ingin tetap makan daging sapi dan ayam, sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang. Dengan begitu, kedua jasad renik ini tidak ‘sempat' bercokol.

C. Sosis

Kandungan : Nitrat yang digunakan sebagai pengawet.
Risiko : Terlalu banyak nitrat dikhawatirkan akan menimbulkan suatu kondisi yang disebut methemoglobinemia , yaitu gangguan darah dimana janin tidak menerima cukup oksigen. Pasalnya, karena nitrat bersifat mengikat oksigen.
Catatan : Jangan takut makan sosis. Anda kan tidak akan makan sosis sebanyak 1 kg setiap harinya? Jika hanya makan 1-2 potong sosis, tak usah terlalu cemas.

Ini kiatnya!
Sebenarnya, asal pemakaian berbagai zat kimia dalam produk-produk rumahtangga tidak melewati batas, yakni dipakai sesuai dosis yang dianjurkan serta tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus, Anda tak perlu cemas terhadap kesehatan janin Anda.
Proses gangguan pada perkembangan janin terjadi karena akumulasi atau penimbunan zat-zat itu. Akibat terpapar terlalu lama, akhirnya zat-zat kimia tadi tidak bisa lagi dikeluarkan oleh tubuh. Nah, akumulasi dari zat-zat yang toksik itulah yang berbahaya bagi tubuh dan janin.Akibatnya? Ya, janin ikut-ikutan “menyimpan” racun-racun tadi di dalam tubuhnya.
Bagaimana dengan jasad-jasad renik yang ada di makanan? Yang pasti, waspadai makanan yang tidak higienis. Bisa jadi, makanan itu tercemar jasad renik, seperti bakteri salmonella. Memang, jasad renik yang mencemari makanan memang tidak bersifat akumulatif. Meski begitu, bila Anda terkontaminasi jasad renik melalui makanan, biasanya akan langsung timbul gejala. Misalnya, diare. Padahal, jika ibu hamil diare, janin pun ikut “menanggung” akibatnya. Sebab, diare bisa menyebabkan kontraksi rahim.

Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: Bambang Wispriyono, Apt.,Ph.D, staf pengajar Toksikologi, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok.

Waspadai Kotoran Hewan

Bagi Anda yang sedang hamil plus gemar memelihara hewan, seperti kucing atau anjing, sebaiknya mulai berhati-hati. Kotoran kucing Anda mungkin saja mengandung parasit toksoplasmosis. Jadi, kalau ingin membersihkan kandang piaraan kesayangan Anda, mintalah bantuan orang lain saja.

Hindari Racun Insektisida dengan...

• Mintalah orang lain untuk menyemprot kamar Anda dengan cairan pembasmi serangga. Sebelum Anda masuk kembali ke dalam kamar, tunggu sampai kurang lebih 1 jam.
• Jika sedang menyemprot cairan pembasmi serangga, tutup rapat-rapat makanan yang ada di atas meja berikut piranti makannya. Wilayah yang jadi tempat penyemprotan musti benar-benar steril dari berbagai barang yang berisiko untuk terkontaminasi zat-zat kimia yang berbahaya bagi Anda dan janin.
• Bila insektisida digunakan di luar ruang, tutup semua jendela dan matikan pendingin udara. Dengan begitu, uap dari cairan pembasmi serangga tidak bisa masuk ke dalam rumah.
• Kenakan sarung tangan karet bila Anda ingin berkebun. Ini merupakan cara jitu untuk menghindari kontak kulit dengan residu dari insektisida.


Cuci, Cuci dan Cuci Lagi

Agar makanan yang Anda konsumsi benar-benar sehat, berikut beberapa tips yang bisa dijalani:
• Selalu cuci tangan sebelum menyiapkan makanan, sehabis makan dan juga setelah buang air kecil atau besar.
• Jaga agar makanan matang tidak terkontaminasi makanan mentah. Caranya? Jika Anda sedang mengolah daging mentah, misalnya, jangan sampai tangan Anda yang belum dicuci itu digunakan untuk menyiapkan atau memegang makanan matang.
• Gunakan selalu perkakas rumahtangga, seperti panci yang bersih, untuk memasak. Sehabis memasak dan Anda ingin masak makanan lain, cuci bersih-bersih dulu perkakas tersebut.
• Ganti perkakas rumahtangga (panci, wajan, dan sebagainya) yang sudah berkarat karena dikhawatirkan Anda bisa terkontaminasi kandungan logam.
• Selalu bersihkan bak cuci piring Anda.


Source : AyahBunda


Lilypie Expecting a baby Ticker
Zat kimia dan jasad renik dalam produk-produk rumah tangga dan makanan memang bisa saja jadi musuh janin. Asal patuh pada rambu-rambunya, janin Anda tetap bisa selamat kok.

Terpaparnya tubuh dengan berbagai zat kimia dan jasad renik memang bisa terjadi melalui berbagai cara. Misalnya, terhirup lewat udara, terserap lewat kulit atau mata, bahkan bisa juga tertelan.
Dan, dari www.marchofdimes.com disebutkan, ada lebih dari 4 juta jenis zat kimia yang digunakan di lingkungan rumah dengan informasi yang sedikit tentang efeknya terhadap kehamilan dan janin. Padahal, dampaknya tidak main-main. Zat kimia tersebut bisa mengancam kesehatan janin Anda.
Juga, bila Anda mengonsumsi jasad renik yang ‘kebetulan' berada di dalam makanan, dampak ke janin akan sama buruknya. Ingin tahu produknya? Adakah aturan mainnya agar Anda bisa terbebas dari risiko ini?

Berbagai produk yang perlu diwaspadai
Untuk mudahnya, produk-produk yang ada di rumah dibedakan menjadi dua, yakni:

Produk-produk rumah tangga

A. Tiner dan cat minyak

Kandungan : Logam berat, seperti timbal dan cadmium.
Risiko :
- Bila terpapar logam berat dalam waktu yang lama:
• Bayi lahir dengan berat badan rendah.
• Bayi dengan cacat tubuh.
• Bayi lahir sebelum waktunya (prematur).
• Keguguran.
- Dalam tingkatan yang paling ringan, uap dari cat dan bensin bisa menyebabkan mual dan pusing-pusing.

B. Produk-produk aerosol, pemutih, pembersih lantai, lem, penyegar udara, serta pembersih kaca

Kandungan : Semua produk rumah tangga ini memakai bahan-bahan kimia organik yang mudah menguap, seperti toluene, xylenes dan phenol. Bahan-bahan kimia ini adalah bahan disinfektan untuk membunuh kuman.
Risiko :
• Bayi lahir dengan kelainan saraf dan retardasi mental.
• Bayi lahir dengan cacat tubuh.

C. Cat rambut

Kandungan : Ter (belangkin) dan zat kimia keras lainnya
Risiko : Keguguran.
Catatan : Menurut www.health.discovery.com, sejauh ini belum ada kasus ibu yang keguguran akibat menggunakan cat rambut. Meski begitu, belum ada pula bukti yang jelas-jelas menyatakan bahwa zat kimia yang terkandung di dalamnya juga aman. Jadi? Kesimpulannya, beberapa ahli menyarankan agar wanita hamil sebaiknya menunda dulu keinginannya untuk mengecat rambut, terutama di trimester pertama.

D. Insektisida (cairan pembasmi serangga) dan insect repellant (cairan penangkal serangga yang dioleskan ke tubuh)

Kandungan : Pestisida
Risiko : Terpapar dalam jumlah banyak:
• Keguguran.
• Bayi lahir prematur.
• Bayi lahir cacat.
• Mempengaruhi sistem reproduksi janin.


Makanan

A. Ikan mentah
Biasanya, ikan mentah digunakan dalam makanan Jepang, seperti sashimi dan sushi.

Kandungan : Dikhawatirkan mengandung merkuri.
Risiko : Ibu hamil yang terkontaminasi merkuri berpotensi:
• Bayi lahir dengan kerusakan saraf.
• Bayi lahir dengan cacat tubuh.
• Bayi menderita kanker.
Catatan : Saat hamil, sebisa mungkin hindari mengonsumsi ikan mentah. Tapi, kalau Anda tetap ingin mengonsumsinya, pastikan ikan tersebut tidak berasal dari laut yang tercemar limbah pabrik.

B. Daging sapi atau ayam mentah atau dimasak setengah matang

Kandungan : Parasit toksoplasmosis dan bakteri salmonella.
Risiko :
• Toksoplasmosis: menyebabkan kerusakan pada organ dalam, sistem saraf pusat, serta kebutaan janin.
• Salmonella: menyebabkan diare dan dehidrasi. Diare yang terus menerus dapat menimbulkan kontraksi rahim, sehingga membahayakan janin Anda. Sedangkan dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan cairan elektrolit di dalam tubuh.
Catatan: Kalau Anda ingin tetap makan daging sapi dan ayam, sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang. Dengan begitu, kedua jasad renik ini tidak ‘sempat' bercokol.

C. Sosis

Kandungan : Nitrat yang digunakan sebagai pengawet.
Risiko : Terlalu banyak nitrat dikhawatirkan akan menimbulkan suatu kondisi yang disebut methemoglobinemia , yaitu gangguan darah dimana janin tidak menerima cukup oksigen. Pasalnya, karena nitrat bersifat mengikat oksigen.
Catatan : Jangan takut makan sosis. Anda kan tidak akan makan sosis sebanyak 1 kg setiap harinya? Jika hanya makan 1-2 potong sosis, tak usah terlalu cemas.

Ini kiatnya!
Sebenarnya, asal pemakaian berbagai zat kimia dalam produk-produk rumahtangga tidak melewati batas, yakni dipakai sesuai dosis yang dianjurkan serta tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus, Anda tak perlu cemas terhadap kesehatan janin Anda.
Proses gangguan pada perkembangan janin terjadi karena akumulasi atau penimbunan zat-zat itu. Akibat terpapar terlalu lama, akhirnya zat-zat kimia tadi tidak bisa lagi dikeluarkan oleh tubuh. Nah, akumulasi dari zat-zat yang toksik itulah yang berbahaya bagi tubuh dan janin.Akibatnya? Ya, janin ikut-ikutan “menyimpan” racun-racun tadi di dalam tubuhnya.
Bagaimana dengan jasad-jasad renik yang ada di makanan? Yang pasti, waspadai makanan yang tidak higienis. Bisa jadi, makanan itu tercemar jasad renik, seperti bakteri salmonella. Memang, jasad renik yang mencemari makanan memang tidak bersifat akumulatif. Meski begitu, bila Anda terkontaminasi jasad renik melalui makanan, biasanya akan langsung timbul gejala. Misalnya, diare. Padahal, jika ibu hamil diare, janin pun ikut “menanggung” akibatnya. Sebab, diare bisa menyebabkan kontraksi rahim.

Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: Bambang Wispriyono, Apt.,Ph.D, staf pengajar Toksikologi, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok.

Waspadai Kotoran Hewan

Bagi Anda yang sedang hamil plus gemar memelihara hewan, seperti kucing atau anjing, sebaiknya mulai berhati-hati. Kotoran kucing Anda mungkin saja mengandung parasit toksoplasmosis. Jadi, kalau ingin membersihkan kandang piaraan kesayangan Anda, mintalah bantuan orang lain saja.

Hindari Racun Insektisida dengan...

• Mintalah orang lain untuk menyemprot kamar Anda dengan cairan pembasmi serangga. Sebelum Anda masuk kembali ke dalam kamar, tunggu sampai kurang lebih 1 jam.
• Jika sedang menyemprot cairan pembasmi serangga, tutup rapat-rapat makanan yang ada di atas meja berikut piranti makannya. Wilayah yang jadi tempat penyemprotan musti benar-benar steril dari berbagai barang yang berisiko untuk terkontaminasi zat-zat kimia yang berbahaya bagi Anda dan janin.
• Bila insektisida digunakan di luar ruang, tutup semua jendela dan matikan pendingin udara. Dengan begitu, uap dari cairan pembasmi serangga tidak bisa masuk ke dalam rumah.
• Kenakan sarung tangan karet bila Anda ingin berkebun. Ini merupakan cara jitu untuk menghindari kontak kulit dengan residu dari insektisida.


Cuci, Cuci dan Cuci Lagi

Agar makanan yang Anda konsumsi benar-benar sehat, berikut beberapa tips yang bisa dijalani:
• Selalu cuci tangan sebelum menyiapkan makanan, sehabis makan dan juga setelah buang air kecil atau besar.
• Jaga agar makanan matang tidak terkontaminasi makanan mentah. Caranya? Jika Anda sedang mengolah daging mentah, misalnya, jangan sampai tangan Anda yang belum dicuci itu digunakan untuk menyiapkan atau memegang makanan matang.
• Gunakan selalu perkakas rumahtangga, seperti panci yang bersih, untuk memasak. Sehabis memasak dan Anda ingin masak makanan lain, cuci bersih-bersih dulu perkakas tersebut.
• Ganti perkakas rumahtangga (panci, wajan, dan sebagainya) yang sudah berkarat karena dikhawatirkan Anda bisa terkontaminasi kandungan logam.
• Selalu bersihkan bak cuci piring Anda.


Source : AyahBunda


Lilypie Expecting a baby Ticker

7 Benda Wajib Dimiliki Ibu Hamil

Selain baju hamil, yang umumnya dibuat dari bahan katun atau kaus, ada beberapa benda lain yang tak kalah penting. Benda-benda ini dapat membuat ibu hamil merasa lebih nyaman dan percaya diri, hingga menunjang penampilan menjadi lebih segar dan cantik.

Bra & celana dalam khusus
Bra tanpa kawat penyangga atau kawat penyangga yang sangat lembut dapat membuat payudara yang ukurannya membesar tetap tersangga dengan baik.
Demikian juga celana dalam khusus sangat bermanfaat karena dilengkapi dengan ‘kantung' elastis atau ‘kantung' yang dilengkapi dengan velkro, hingga dapat mengikuti sekaligus menyangga bentuk perut yang terus membesar. ( Wacoal Maternity )

Krim pelembap kulit perut & payudara
Biovergetures: Jel krim yang diperkaya dengan unsure hydrating ini, melembapkan, mencegah dan mengurangi guratan-guratan serta memperbaiki elastisitas dan meningkatkan kekencangan kulit.
Bust ‘Up Intensive Bust Firming Gel : Jel segar mengandung toning/firming complex untuk mengencangkan, tensing complex, ceramides dan hydrating polimer untuk mengembalikan kualitas dan kecantikan payudara. ( BIOTHERM )

Sepatu & sandal berhak rendah
Sepatu dan sandal datar atau berhak rendah wajib dipakai oleh ibu hamil. Jika ia memakai hak tinggi, maka bokong akan bekerja lebih keras untuk menyangga beban yang berat. Juga, bahan yang lembut sangat baik untuk kenyamanan kaki.

Bantal bentuk segitiga
Bantal segitiga ini khusus didesain untuk menyangga kaki dan pinggang, agar posisi tidur ibu hamil lebih nyaman. ( Perina Maternity )

Diah Takarina Isdiono


Lilypie Expecting a baby Ticker